Halal Bihalal (HBH) Moment Silahturahmi

Halal Bihalal (HBH) merupakan moment yang tepat untuk silahturahmi paska kaum muslim merayakan idul Fitri. Ternyata HBH jg merupakan tradisi yang dilakukan tiap tahunnya oleh beberapa ILUNI angkatan FKUI. Waktu yang tepat untuk saling bermaaf-maafan, bersilahturahmi dan reunian bersama dimanfaatkan oleh beberapa ILUNI angkatan. Berikut ini merupakan cuplikasi foto bersama beberapa ILUNI angkatan yang mengadakan HBH bersamaGambar 1 : Merayakan Ulang Tahun Ketua ILUNI FKUI (Prof Budi Sampurna) di HBH ILUNI FKUI 79Gambar 2 : HBH ILUNI FK 80Gambar 3 : HBH ILUNI FK 87/88Gambar 4 : HBH ILUNI 90 @IMERI FKUIGambar 5 : HBH ILUNI FK 79 Grujulan 2017, Auditorium Gd Annex RS JakartaGambar 6 : HBH FKUI 88/ ILUNI 94-95 di Rumah dr Botefilia, SpOGGambar 7 : HBH Altus (Alumni 71) di RS MMC lt 10  Moment HBH merupakan moment yang membahagiakan, tercermin dari ekspresi para alumni ketika berfoto bersama. Oleh karena itu, jika ILUNI angkatan mu ada foto-foto menarik dan memoent kebersamaan, silahkan share ke kami agar ILUNI mu tetap eksis. Semangat ILUNI FKUI, mohon maaf lahir dan batin!

1 tahun yang lalu 0 komentar
Kesan Halal Bihalal (HBH) ILUNI 91 di Gedung Baru FKUI

  Untuk para senior dan teman2 sejawat, saya menyampaikan pengalaman yang mengesankan melakukan reuni dan HBH di gedung IMERI FKUI bersama teman angkatan kami. Pertemuan ini tidak saja di hadiri oleh ILUNI tetapi juga oleh anggota keluarga.   Kami menyewa salah satu ruangan di IMERI lantai 3 dan bisa mengambil foto di aula, lobby dan tangga FKUI dan taman depan FKUI. Kami menyediakan makanan sendiri setelah disepakati tentunya. Anak2 kami yang kebetulan juga sebagian mahasiswa FKUI menjadi sie acara untuk kelancaran acara Reuni dan HBH ini.   Ada door prize dari sumbangan alumni dan tayangan slide foto2 lama kami. Kamipun tidak lupa menayangkan foto2 teman kami yang telah mendahului kami. Pada acara reuni ini kami menyanyikan lagi2 wajib saat kami harus menjadi anggota Padus saat kami tingkat 1 FKUI. Ini semua bisa terwujud karena adanya Whatsapp Group (WAG). Kami memang menjaga agar pembicaraan SARA dan politik praktis tidak ada di dalam WAG kami.   Kami rasa ini yang menjadi modal kami untuk semangat saling bertemu dan bersilaturahmi bahkan untuk teman2 yang tinggal di luar Jakarta dengan senang hati datang dan berkumpul ke FKUI. Mudah2an kebahagian kami ini bisa menginspirasi angkatan ILUNI lain untuk bisa bekumpul kembali di FKUI. Mengenang bagaimana kami memulai karir kami menjadi dokter dan sampai bisa seperti saat ini....ILUNI FK 1990- ILUNI OKE.

1 tahun yang lalu 0 komentar
Bakti Sosial ILUNI 93 (LAJUSEGA)

  Kab Pandeglang merupakan daerah yang dipilih oleh LAJUSEGA sebagai lokasi baksos. Kabupaten ini masih dekat dengan Jakarta namun masih tercatat sebagai salah satu dari 122 kabupaten yang tertinggal (menurut Peraturan Presiden no.131 tahun 2015 ttg Penetapan Daerah tertinggal tahun 2015 – 2019). Di Kabupaten Pandeglang masih banyak masyarakat yg tidak memiliki jamban dan fasilitas air bersih di rumahnya shg masih melakukan buang air besar (BAB) di sembarang tempat, bisa di atas tanah di kebun trdekat atau di sungai. Selain itu, masyarakat setempat masih memiliki kebiasaan mandi dan mencuci pakaian di sungai serta menggunakan 1 sikat gigi untuk dipakai secara beramai – ramai sekeluarga.   Setelah melakukan pengkajian dan survei, dipilih Kampung Karya Baru, RT 02/RW 04, Kelurahan Margagiri, Kec, Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Prov Banten utk lokasi baksos kami. Ada 65 kepala keluarga di kampung tsb sementara yg memiliki jamban baru 21 KK. Juga banyak yg tidak punya sumber air bersih.   Dalam pelaksanaannya LAJUSEGA bekerja sama dengan Yayasan Harfa, sebuah lembaga pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Sebelum dengan LAJUSEGA, Yayasan Harfa sudah 10 tahun bekerja sama dengan Caritas dari Australia melakukan kegiatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), yaitu semacam penyuluhan kelompok dng pemicuan untuk mengubah perilaku masyarakat dengan cara menempatkan 1 orang petugas punyuluh terlatih di kampung, shg selanjutnya masyarakat bisa berperilaku sehat secara mandiri. Harfa sudah punya 12 orang penyuluh kesehatan yg tinggal bersama masyarakat di 12 desa.   Telah dibuat perjanjian kerja sama antara Lajusega & Harfa utk pembangunan 2 unit MCK & pembinaan masyarakat utk jangka waktu 3 bulan. Singkatnya, LAJUSEGA membiayai pembangunan 2 unit MCK, biaya pembinaan masyarakat selama 3 bulan, dan penyiapan paket2 sembako dan kebersihan pribadi. Yayasan Harfa yg menggerakkan masyarakat utk membantu membangun MCK dan melakukan STBM rutin selama 3 bulan, agar setelah bangunan MCK diserahkan, masyarakat mau menggunakan, bisa memelihara secara mandiri dan kemudian tergerak utk membangun sendiri di rumah masing2.   Selain itu utk memeriahkan acara peresmian tgl 26 Agustus 2017 kemarin LAJUSEGA juga mengadakan pemeriksaan mata 150 anak SD setempat dan pemberian kacamata anak utk yg membutuhkan secara cuma2. Diadakan juga pemeriksaan GDS gratis utk 150 warga dan penyuluhan2 kesehatan seperti : Self Medication, Kesehatan Kulit, Pertolongan Pertama Pd Luka Bakar di Rumah tangga dan Diabetes Mellitus, pembagian paket hygiene diri dan sembako secara cuma2. Terima kasih LAJUSEGA, semua bantuan dan usaha yang dilakukan untuk kabupaten Pandeglang pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat di sana. Semoga kegiatan semacam ini bisa menginspirasi ILUNI angkatan lain. Sekali lagi terima kasih, dan selamat untuk bakti sosial yang sukses! Berikut Link Video Persiapan Acara : https://youtu.be/KbYyHe-n-NQ Acara Bakti Sosial : https://youtu.be/u-b5cY--Hb0

1 tahun yang lalu 0 komentar
ILUNI FKUI Ramaikan Kediaman Menteri Kesehatan

Rabu, 5 Juli 2017, merupakan hari yang istimewa bagi para alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Bagaimana tidak? ILUNI FKUI mendapatkan undangan halal bihalal dari Ibu Prof Dr.dr. Nila Djuwita F.Moeloek, SpM(K), menteri kesehatan (menkes) di kediamannya, Jl. Denpasar no 14. Sungguh sangat membahagiakan bagi para alumni FKUI, karena dapat bertemu, reuni dan halal bihalal bersama menkes dan ILUNI lintas angkatan. Acara ini dimulai pukul 11.30, namun sebelumnya para tamu undangan sudah datang dan memenuhi kediaman Prof Nila Moeloek sejak pukul 10.00. Dalam acara tersebut, undangan yang hadir kurang lebih 100 orang, diantaranya Prof Farid Moeloek, dr. Nafsiah Mboi, dr Achmad Suyudi, dr. Untung Suseno, Prof Budi Sampurna, Ir. Arief, dr. Ratna Sitompul, Prof Akmal Taher, dr Ceresna Heryawan S, jajaran direktur RSCM, dekanat dan ILUNI masing-masing angkatan. Acara yang santai namun kekeluargaan ini dikemas penuh suka cita, buktinya sambil menunggu kedatangan Prof Nila Moeloek, banyak dokter yang bersedia menyumbangkan suaranya dan mengajak para tamu undangan untuk bernyanyi bersama. Sungguh saat itu seperti tidak ada jarak antar angkatan, yang ada para tamu undangan adalah ILUNI FKUI yang saat itu sedang reuni bersama. gambar 1 : Iluni FKUI bernyanyi bersama Setibanya Prof Nila Moeloek di kediamannya, para tamu undangan diajak untuk berfoto bersama di depan kediaman menkes. Selanjutnya, acara dimulai dengan sambutan-sambutan. Pertama sambutan/ laporan dari Prof Budi Sampurna selaku Ketua ILUNI FKUI. Dalam laporannya, Prof Budi menyampaikan peran serta lulusan FKUI dalam pembangunan nasional. Bahwasanya, pada program internsip, tahun 2015-2017 terdapat 600an dokter lulusan FKUI yang mayoritas 31,5% memilih di Jakarta, 13,2% di NTT, 9% di Jawa Timur , 4% di Gorontalo, 4% di Jambi, dan 3% di Papua. Sedangkan pada program PTT, tahun 2012 ada 21 orang lulusan FKUI yang melakukan PTT, tahun 2013 ada 3 orang, tahun 2014 ada 4 orang, tahun 2015ada 4 orang, namun pada program Nusantara Sehat, tidak ada satupun lulusan FKUI yang ikut. Menurutnya hal ini menjadi tanggungjawab kita semua agar lulusan FKUI mau berperan aktif dalam pembangunan kesehatan nasional. Diungkapkan beberapa penyebab kurangnya peran serta lulusan FKUI, yaitu terdapat 2 program (PTT dan internsip), sehingga dokter lulusan FKUI memilih mana program yang diwajibkan, ketidakjelasan alur setelah lulus menjadi dokter, dan keinginan mencari uang untuk biaya spesialisasi. Laporan Prof Budi ini disampaikan di depan seluruh tamu undangan Halal Bihalal, termasuk ILUNI muda seperti angkatan ILUNI 2016, 2015, 2014. gambar 2 : Foto bersama di depan kediaman Prof Nilagambar 3 : Sambutan dari Prof Budi Selanjutnya, sambutan dari Bpk Ir. Arief selaku Ketua ILUNI UI. Dalam sambutannya, pak Arief menyampaikan kegagumannya terhadap ILUNI FKUI yang dapat menghadirkan senior-seniornya dalam acara yang kekeluargaan seperti ini namun masih dapat mendiskusikan peran lulusannya dalam pembangunan kesehatan Indonesia. Pak Arief juga berharap kedepannya ILUNI FKUI dapat menjadi contoh bagi ILUNI UI atau ILUNI fakultas lain agar bisa guyub seperti ILUNI FKUI. Selain itu, dalam sambutannya, beliau juga memperkenalkan batik ILUNI UI, sebagai simbol bahwa UI dapat dipersatukan tidak hanya dengan politik tapi bisa dengan budaya. gambar 4 : Prof Nila mengenakan batik UI, disamping bapak Arief (Ketua ILUNI) Terakhir, sepatah dua patah kata dari ibu menkes, Prof Nila Moeloek selaku tuan rumah. Menurut bu Menkes, memang kondisi kesehatan di setiap daerah itu berbeda, sebagai contoh Wamena dan Jakarta, tentunya profil kesehatan diantara 2 wilayah tersebut sangat berbeda jauh, seperti di Wamena tidak ada dokter, penduduknya sedikit, dan tidak ada dokter yang mau ke daerah tersebut. Saran dari Prof Nila adalah lulusan FKUI harus dapat melihat ke bawah, tapi juga melihat ke atas. UI harus maju karena UI adalah guru bangsa bagi komunitas kita, namun UI juga harus mau meluangkan waktu untuk membantu daerah.   Setelah sambutan-sambutan selesai, acara ditutup dengan doa oleh dr Muchtaruddin Mansyur. Acara dilanjutkan ramah tamah makan siang. Dalam acara yang santai ini para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati santap makan siang, sembari menikmati lagu-lagu organ tunggal. Selain itu, para ILUNI FKUI juga sangat menikmati acaranya karena bisa temu kangen dan reuni lintas angkatan. Selain itu, banyak ILUNI muda yang mengantri untuk berfoto bersama dengan menkes, ibu Prof Nila Moeloek. Semoga acara hangat dan kekeluargaan seperti ini dapat diadakan setiap tahunnya. Sampai bertemu lagi di acara selanjutnya, para alumni FKUI!  gambar 5-6 : suasan ramah tamah di kediaman Prof Nila                    

1 tahun yang lalu 0 komentar
Evenciio Margonda sebagai ILUNI UI Tower

Hunian tempat tinggal saat ini masih menjadi kebutuhan primer setiap orang, tidak terkecuali warga Jakarta maupun Depok. Depok saat ini tidak kalah berkembang dibandingkan Jakarta yaitu mulai marak didirikan hunian strategis seperti apartemen. Salah satunya apartemen Evenciio Margonda merupakan salah satu Apartemen yang sedang marak diperbincangkan di kalangan Ikatan Alumni (ILUNI) UI. Pasalnya, Apartemen yang terletak di Jl. Margonda Raya ini dikenal sebagai Apartemen ILUNI UI Tower   Selasa, 30 Mei 2017 diadakan acara Peluncuran ILUNI UI Tower. Ir. Arief Budhy Hardono, selaku ketua ILUNI UI mengundang perwakilan setiap ILUNI Fakultas untuk menghadiri acara Peluncuran ILUNI Tower tersebut. Dari ILUNI FKUI diwakilkan oleh Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB,FINASIM, FACP dan Dr.dr. Taufik Jamaan, SpOG   Ket gambar : dr Taufik, Ir. Arief, dr Ari Dari hasil peluncuran ILUNI UI Tower diketahui bahwa sebutan ILUNI UI Tower pada apartemen Evenciio Margonda ini dikarenakan PT Daya Makara UI telah memborong hampir 50% (sekitar 256 unit apartemen). Menurut Developer PP Properti, pembangunan Evenciio Margonda ini memang bertujuan untuk menyediakan hunian yang nyaman dan strategis bagi alumni dan keluarga besar UI, baik mahasiswa maupun karyawan UI. Oleh karena itu, PT Daya Makara UI memberikan diskon 20% (harga untuk alumni 18 juta/m2). Apartemen yang dikawal oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) ini telah menyediakan berbagai macam unit yaitu studio (25,03 sqm), 1BR (32,21 sqm), 2BR (43,07 sqm), Dual Key (44,16 sqm) dan Triple Key (66,20 sqm). Besar harapan kami, ILUNI dapat membantu mewujudkan ILUNI UI Tower ini. Jika berminat dapat menghubungi PT Daya Makara UI.

1 tahun yang lalu 0 komentar
Kampanye Kesehatan Iluni FKUI 2015 : Hari TB Sedunia 2015, Unite to End TB

Penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Diketahui bahwa satu pertiga populasi dunia memiliki infeksi laten TB namun belum menunjukkan sakit TB dan belum dapat menuarkan penyakit TB. Terdapat sepuluh persen yang kemudian berkembang menjadi sakit TB. Indonesia adalah salah satu negara penyumbang pasien TB terbesar di dunia. Penyakit yang paling sering mengenai paru ini merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Oleh karena itu, Infeksi TB ini bukan hanya menjadi perhatian nasional tetapi juga menjadi perhatian internasional.               Ikatan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2015 (Iluni FKUI 2015) merasa perlu mengambil andil dalam memutus mata rantai TB dengan melakukan kampanye kesehatan. Mengapa hal ini dilakukan? Utamanya karena di Indonesia sarana informasi terutama dalam bidang kesehatan dirasa sangat minim media informasi yang beredar saat ini sangat disayangkan karena lebih banyak memberi informasi yang menakutkan, tidak lengkap, bahkan tidak jarang yang menyesatkan.         Deteksi penyakit TB sebenarnya tidak sulit sebagai mana diinformasikan teman teman Iluni FKUI 2015 dalam infografisnya gejala khas yang biasanya timbul diantaranya timbul batuk lebih dari tiga minggu, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan biasanya awalnya berupa gejala ringan yang bias bertahan hingga beberapa bulan . Nah, Hal inilah yang biasanya menyebabkan kebiasaan tidak segera mencari pertolongan kesehatan dan mengakibatkan penularan penyakit. Oleh karena itu, apabila timbul gejala pada diri sendiri atau orang yang kita kenal jangan ragu untuk segera memeriksakan diri. Apabila terdiagnosis sakit juga janganlah sungkan untuk memeriksakan keluarga agar pengobatan optimal dapat diberikan.    “Kami menyadari informasi dalam bidang kesehatan masih sangat kurang dan fasilitas untuk menyalurkannya juga masih terbatas sehingga kami berinisiatif untuk memulai langkah awal menggunakan media mainstream seperti Instagram, line, facebook dan path. Agar sosok Iluni FKUI 2015 lebih akrab dengan masyarakat, apalagi kebetulan bertepatan dengan hari TB sedunia 2017 ini pesan kami sebenrnya sederhana yaitu bahwa penyakit TB ini sangat erat dengan kehidupan warga Indonesia, saya ataupun anda bias terkena tapi penyakit ini dapat dicegah penularannya, dapat diobati bila memang terinfeksi TB dan pengobatan TB sampai sembuh kesemuanya ini akan membantu untuk mengakhiri mata rantai penularan TB di masa depan.”    Kampanye yang dilakukan teman-teman Iluni FKUI 2015 ini selain berupa pemberian informasi melalui infografis sederhana seputar TB, teman teman juga mengunggah foto profile dengan tema yang diusung World Health Organization yaitu Unite to End TB dan Leave No One Behind hal ini sebagai salah satu pernyataan komitmen mengakhiri epidemi TB melalui sustainable development goals 2030.    Semoga langkah awal yang dilakukan teman-teman Iluni FKUI 2015 ini dapat menjadi kampanye positif meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan penyakit TB. Dan sekali lagi, di hari TB sedunia 2017 ini mari kita akhiri mata rantai TB, cegah penularannya, periksakan bila ada gejala, obati sampai sembuh penyakitnya.

1 tahun yang lalu 0 komentar
Temu ILUNI FKUI 1977

Masa kuliah memang masa yang paling indah untuk di kenang. Masa dimana kita mulai menemukan jati diri dan mulai memikirkan masa depan. Begitupun yang terjadi pada ILUNI FKUI 1977. Seiring berjalannya waktu, kesempatan berkumpul dengan teman-teman dibangku kuliah tentunya menjadi kesempatan yang langka. Saat ini mungkin sebagian besar waktu dihabiskan untuk keluarga dan pekerjaan. Namun, rasa kangen bertemu teman lama akhirnya terobati juga. ILUNI FKUI 1977 berhasil mengadakan acara “Temu ILUNI 1977” pada hari Minggu, 19 Maret 2017 bertempat di Aula FKUI.             Dalam rangka memperingati 40 tahun lulus menjadi dokter, ILUNI FKUI 1977 mengadakan berbagai acara seru antara lain berfoto bersama di halaman depan dan aula FKUI. Setelah foto, dilanjutkan tradisi unik di angkatan tersebut yaitu merayakan ulang tahun bersama, pada kesempatan itu diadakan perayaan ulang tahun bersama pada bulan Januari s/d April. Selain itu, bagi angkatan ini, kesibukan bukan menjadi penghalang untuk melepas rindu. Buktinya ILUNI FKUI 1977 berhasil menghadirkan 72 alumnus dari seluruh Indonesia. Menurut data yang ada hingga tahun 2017 ini dari 77 alumnus, terdapat 12 alumnus yang telah menjadi professor dan 21 alumnus sudah bergelar Doktor (S3).            Tidak berhenti dalam acara temu alumni ini saja, ILUNI 1977 juga sudah merencanakan agenda berikutnya yaitu akan diadakan bakti social dengan konsep seminar bagi dokter puskesmas dan rumah sakit di Batam, pembuatan buku kenangan dan diakhir tahun akan dilaksanakan kembali gathering dengan membawa keluarga masing-masing. Seru bukan? ILUNI FKUI 1977 saja rajin berkumpul dan cukup aktif, bagaimana kegiatan ILUNI angkatanmu? :)

1 tahun yang lalu 0 komentar
Medal Heart for Earth untuk Dr. Ahmad Aulia

Membanggakan Dr.Ahmad Aulia PhD, alumni FKUI 1990, menerima Medal Heart for Earth diberikan oleh World Federation of Koluschyl sebuah organisasi yg menyatukan olahraga bela diri dan kebudayaan serta seni sedunia bergerak dibidang terkait hal-hal tersebut dan kegiatan sosial untuk kesejahteraan masyarakat dunia. Anggotanya sdh 55 negara. Dr. Aulia merupakan penerima medali yg ke 9. Pada acara tersebut ada 37 nominasi dari seluruh dunia dan dipilih hanya 7 orang. Sungguh membanggakan bahwa Dr.Aulia termasuk salah satu yang terpilih dari 4 dokter yang menerima penghargaan tersebut. Penilaiannya adalah mereka yang bergerak dan berjuang untuk kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan terutama untuk mereka yag cacat, miskin, kaum terpinggirkan.Sekali lagi, segenap ILUNI FKUI ingin mengucapkan selamat kepada Dr. Ahmad Aulia, semoga semakin semangat berkarya tanpa mengenal jenuh.

2 tahun yang lalu 0 komentar
UI menjadi Universitas Peringkat ke-325 Dunia

Kabar baik bagi Universitas Indonesia yang baru saja diumumkan menjadi universitas terbaik di Indonesia dan menempati peringkat ke-325 terbaik di seluruh dunia.Mengutip dari detik.com, Kepala Humas UI Rifelly Dewi menyatakan bahwa peringkat ini meningkat 33 poin dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu jika dibandingkan dengan universitas di tingkat Asia, peringkat UI juga telah meningkat 12 poin dari 79 ke peringkat 67 universitas terbaik se-Asia.Peringkat ini dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2016/2017 terhadap 916 universitas dari 81 negara di seluruh dunia. Menurut Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, peringkat Quacquarelly Symonds merupakan salah satu acuan penting dalam menilai kualitas kelembagaan Perguruan Tinggi di Indonesia.

2 tahun yang lalu 0 komentar
Susunan Kepengurusan Ikatan Alumni UI 2016-2019

Sebulan setelah terpilihnya Arief Budhy Hardono selaku Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia perioder 2016-2019, susunan kepengurusan akhirnya diumumkan. Dalam susunan kepengurusan tersebut, salah satu Alumni FKUI yaitu Dr. dr. Taufik Jamaan, SpOG terpilih sebagai Wakil Utusan dari Iluni FKUI dan sekaligus menjadi satu-satunya wakil dari FK dalam kepengurusan Iluni UI.Oleh karena itu, mari kita dukung bersama-sama agar dr. Taufik dapat menyukseskan segala amanah yang diberikan dan juga dapat membawa nama baik FKUI ke ranah Iluni UI.Bagi para alumni yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai susunan kepengurusan Iluni UI, lampiran di bawah ini dapat membantu sejawat sekalian.________________________________________SUSUNAN KEPENGURUSANIKATAN ALUMNI UNIVERSITAS INDONESIA2016 – 2019 Ketua Umum: Arief Budhy Hardono (FT 1984)Ketua:Sabar Sundarelawan (FT 1984)Tomy Suryatama (FT 1989)Doli Situmeang (FH 1984)Aning Katamsi (FMIPA 1987)Endang Mariani (FISIP 1984)Ahmad Fathul Bari (FIB 2002)Eman Sulaeman Nasim (FISIP 1990)Andy Azisi Amin (FEB 1987)Taufik Jamaan (FK 1985)Wahyu Sulistiadi (FKG 1984)Rerie Moerdijat (FIB 1986)Iskandar Sulaiman (S2 FISIP 1996)Sekjen: Andre Rahadian (FH 1991)Wasekjen:Nongki Wisaksono (FH 1991)Aulia Taufani (S2 FH 1997)Ahmad Ghufron (FT 1993)Ahmad Fitrianto (FT 2000)Asep Saefudin (FIB 1995)T. Tamia Shahab (FT 1987)Bendum: Didit Ratam (FT 1982)Wabendum:Dewi Sukasah (FT 1983)Sesmaro Max Yuda (FT 1988)Donny Gahral Adian (FIB 1993)Esterina Ruru (FH 1988)Ketua Alumni Center: Ferkin Susanto (FIB (1990)Ketua Almamater Center: Gari Primananda (FMIPA 2000)Ketua Policy Center: Berly Martawardaya (FEB 1995)Ketua Business Center: Andreas Senjaya (Fasilkom 2007)Ketua Communication Center: Ivan Ahda (FPsi 2003)Ketua Community Development Center: Irvan Toreza (FT 1988)Ketua Nusantara & Diaspora Center: Faldo Maldini (FMIPA 2008)

2 tahun yang lalu 0 komentar

Load More